Tahukah Kamu?

Arti Kata Wali Di Surah Al Maidah 51

Menilik beberapa hal, kata wali di surah Al maidah 51 tidaklah tepat jika diartikan pelindung, penolong atau sahabat.

1. Nabi memerintahkan para sahabat untuk tinggal di bawah perlindungan raja Najasi yang kristen. Silakan baca kisah lengkapnya di sini:https://umatterbaik.wordpress.com/2008/11/08/raja-najasyi/

Jika surah Al Madinah diterjemahkan:


Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pelindung-pelindung(mu). Sebahagian mereka adalah pelindung bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pelindung, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

maka Rasulullah pastilah tidak akan menyuruh pengikutnya berlindung kepada raja Najasi yang masih Kristen itu.

2. Firman Allah di bawah ini:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.

menjelaskan adanya rasa cinta kasih dan persahabatan orang-orang Nasrani (yang masih lurus tentunya) terhadap orang mukmin.

Bila demikian, kata wali di surah Al maidah 51 berkenaan dengan soal kepemimpinan. Di ayat itu Allah melarang kaum muslimin menjadikan (mengangkat) orang Nasrani sebagai pemimpin. Dengan berlindung kepada raja Nasrani bukan berarti kaum muslimin mengangkat raja Najasi sebagai pimpinan mereka. Raja Najasi ketika itu menjadi pelindung mereka, namun mereka tetap dalam kepemimpinan Allah, rasul-Nya  (Muhammad) dan orang yang beriman (Jafar bin Abu Thalib). Andai saja raja itu memerintahkan kaum muslimin untuk pulang ke Mekkah bersama kaum kafir Quraisy, pastilah mereka tidak akan mematuhi perintah sang raja sebagai bukti loyalitas mereka pada kepemimpinan Allah dan rasul-Nya.

Jadi, ayat 51 surah Al maidah seharusnya diterjemahkan seperti ini:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). Sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

3. Anggap arti kata wali di surah al maidah itu pelindung, penolong, atau sahabat. Maka logikanya begini: minta tolong; berlindung atau bersahabat saja dilarang, apalagi mempercayakan kepemimpinan kepada orang Nasrani, pastilah lebih dilarang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s