Tahukah Kamu?

Kerancuan Jalan Pikiran Hizbut Tahrir: Mencari Kekuasaan

Meraih Kekuasaan Dari Manusia Untuk Mendirikan Khilafah

Membentuk opini dan meraih kekuasaan menjadi kata kunci Hizbut Tahrir. Mari kita baca bagaimana “Metode Sahih Menegakkan Khilafah” menurut Hizbut Tahrir:

2. Tahap Interaksi dan Perjuangan di Tengah Umat (Marhalah Tafa’ul ma’a al-Ummah).

Tahap kedua adalah tahap interaksi dan perjuangan di tengah umat. Individu-individu Islam yang telah terhimpun dalam partai politik Islam yang ikhlas ini harus diterjunkan di tengah-tengah masyarakat untuk meraih kekuasaan dari tangan umat. Hal itu sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah saw. bersama para sahabat. Setelah dianggap cukup dalam menjalankan proses dakwah tahap pembinaan dan pengkaderan, kelompok dakwah Rasul saw. selanjutnya diperintahkan Allah SWT untuk berdakwah secara terang-terangan (Lihat: QS al-Hijr [15]: 94).

Dalam menjalankan perintah Allah tersebut, Rasulullah saw. dan para sahabat terjun di tengah masyarakat, berinteraksi dengan masyarakat untuk melakukan proses penyadaran umum tentang pentingnya kehidupan yang harus diatur dengan syariah Islam.

Proses akhir dakwah dari marhalah kedua ini ditandai dengan pelaksanaan thalabun nushrah (mencari dukungan politik dari ahlun nushrah) kepada para pemimpin qabilah untuk menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah saw. Puncak dari marhalah ini adalah ketika Rasulullah saw. berhasil mendapatkan kekuasaan dari para pemimpin qabilah dari Yastrib (Madinah) melalui Bai’atul Aqobah II.

Dengan demikian, kekuasaan itu hakikatnya hanya bisa diraih jika umat telah rela menyerahkan kekuasaannya kepada kelompok Islam tersebut. Adapun cara untuk meraih kekuasaan dari tangan umat adalah terlebih dulu melakukan proses penyadaran, yaitu menanamkan mafahim (pemahaman), maqayis (standar perbuatan) dan qana’at (keyakinan/kepercayaan) Islam di tengah-tengah mereka; sekaligus memutus hubungan masyarakat dengan mafahim, maqayis dan qana’at kufur dan pelaksananya.

Baca keterangan lengkap di: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/01/03/metode-sahih-menegakkan-khilafah-2/

Kekuasaan itu masalah Allah. Seorang mukmin tidak ada urusan untuk mencari kekuasaan, apalagi dari manusia.

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ali Imran:26

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُ

 Barangsiapa yang menghendaki kekuatan, maka bagi Allah-lah kekuatan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.

Mencari kekuasaan sebagaimana yang ditulis oleh Hizbut Tahrir tidaklah benar menurut ayat Al Quran dan tidak sesuai dengan sirah Rasulullah. Silakan baca bagaimana Rasulullah berdakwah ke Bani Syaiban di blog penulis yang ini: http://jalanallah.tumblr.com/post/145352467012/dakwah-rasulullah-ke-bani-syaiban

 Dan apa yang diseru Rasulullah kepada suku Aus dan Khazraj bisa dibaca di postingan saya di blog ini: http://jalanallah.tumblr.com/post/145403592517/seruan-rasulullah-kepada-suku-aws-dan-khazraj

Juga dakwah Rasulullah ke suku-suku Arab lainnya: http://jalanallah.tumblr.com/post/145420821042/dakwah-rasulullah-ke-suku-suku-arab

Silakan baca postingan-postingan tersebut (untuk mengetahui apakah Rasulullah meminta suku-suku Arab untuk menyerahkan kekuasaan kepada Beliau dan apakah Beliau bicara soal “Mendirikan Khilafah?) sebelum melanjutkan pembahasan ini.

Bersambung ke postingan selanjutnya

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s