Jalan Allah · Tahukah Kamu?

Apakah Daulah Islamiyyah Beragama dengan Agama yang Benar?

image

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu berputus asa atas orang-orang yang kafir itu.

1. AGAMA YANG BENAR ADALAH KESELARASAN ANTARA PERKATAAN DENGAN PERBUATAN DAN  KITAB SUCI.

Ada 3 point dalam surah Al Maidah:68 yang akan dibahas dalam postingan ini. Point yang pertama adalah bahwa agama yang benar adalah melaksanakan seluruh perintah Allah sebagaimana yang diajarkan oleh-Nya dalam kitab-kitab suci-Nya. Pada point ini  penekanan ada pada tindakan (action), bukan pada ucapan. Percuma seseorang bicara dan bicara tentang nilai-nilai kebajikan suatu agama tanpa ia sendiri melaksanakan nilai-nilai yang diajarkannya.
Kata Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Dengan demikian, seseorang dipandang “beragama” oleh Allah apabila ada keselarasan antara ucapan dengan tindakannya serta sejalan dengan kitab Allah (Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran). Dan sebaliknya, seseorang dipandang tidak beragama sedikitpun oleh Allah manakala perkataannya tidak sama dengan perbuatannya juga tidak  sesuai dengan ajaran agama Allah dalam kitab-kitab suci-Nya.

Adapun inti ajaran Agama Allah yang terdapat dalam semua kitab suci (baik itu Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran dan juga kitab-kitab para nabi-Nya) yang seharusnya ada dalam ucapan dan diwujudkan dalam tindakan seorang yang benar agamanya adalah al wala wal bara (di dalam kitab perjanjian lama dan baru dikenal dengan istilah cinta kasih kepada Allah dan sesama manusia). Tentang ini tidak ada pertentangan sedikitpun di antara  kitab-kitab suci perjanjian lama, perjanjian baru dan Al Quran.

• Hukum Pertama: Cinta Kasih kepada Allah

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Matius 22:36-38 (TB) 

  Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu
Ulangan 6:4-5 (TB)

(31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
Mazmur 31:23 (TB)

Mengapa cinta kasih kepada Allah merupakan pokok ajaran agama yang benar? Itu karena rasa cinta kasih seseorang kepada Allah inilah yang menjadi pokok mengapa ia dengan suka cita rela menyerahkan dirinya, mempersembahkan hidup dan matinya hanya kepada Allah. Dan rasa kasih sayangnya yang dalam dan tulus kepada-Nya yang membuat ia senantiasa setia dan mau mendengarkan sekaligus melaksanakan apapun yang Dia perintahkan kepadanya, baik itu disukainya maupun tidak disukainya. Dia akan melakakan apapun demi yang dia cintai dan dia kasihi, tidak peduli bila itu harus mengorbankan dirinya asalkan yang dicintainya suka kepadanya. Dan karena rasa cinta kasihnya yang begitu tinggi sehingga tidak terlintas sedetikpun di hatinya untuk berpaling kepada ilah lain.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

• Hukum Ke-dua: Mengasihi sesama manusia yang percaya.

Pokok ajaran yang ke-dua adalan cinta kasih kepada sesama manusia.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Matius 22:39-40

Apakah yang dimaksud dengan “sesama manusia” pada ayat Injil tersebut? Apakah kepada sesama manusia atas dasar lahiriah ataukah sesama manusia atas dasar ruhaniah? Ayat berikut menjawabnya:

Mazmur 5:4-10 (TB)  (5-5) Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
(5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
(5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
(5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
(5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.
(5-10) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.
(5-11) Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.

Ayat ini membuktikan bahwa Allah membenci dan membinasakan orang jahat, pembual, penipu dan semacamnya.
Oleh karena itu, orang yang percaya tidak mungkin mengambil sikap yang berlawanan dengan sikap Allah, yaitu dengan  berkasih sayang kepada orang seperti mereka.

Malah jika ternyata ada saudara sedarah telah terbukti mengajak untuk ingkar dan durhaka kepada Allah dan berpaling kepada tuhan lain, maka darah dia menjadi halal menurut Allah. Ini ditegaskan dalam kitab Ulangan 13:6-15 berikut:

Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada ilah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
salah satu ilah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.
Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata:
Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada ilah lain yang tidak kamu kenal,
maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya.

Ini bersesuaian dengan kitab Al Quran:

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi wali (sahabat, pelindung), dan jangan menjadi penolong,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

2. SI KAFIR BERTAMBAH DURHAKA DAN KAFIR.
Point yang ke-dua adalah
“apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kebanyakan mereka.”

Ini mengisyaratkan bahwa kitab suci, entah itu Taurat, Injil ataupun Al Quran sebenarnya hanya akan menambah kedurhakaan dan kekafiran orang yang sudah kafir. Sekarang timbul pertanyaan begini: mengapa orang-orang kafir dengan rela mencetak dan menyebar luaskan kitab suci Al Quran secara gratis? Mengapa mereka tidak melarang peredaran Al Quran jika dikatakan Al Quran menambah kedurhakaan mereka?

Jawababnya berkaitan dengan point yang pertama: selama kitab suci hanya sebatas buku bacaan, sebatas buku kumpulan doa dan wirid, sebatas buku penuntun kehidupan spiritual, bagi orang kafir itu baik-baik saja. Selain itu, terjemahan yang mereka berikan adalah hasil karya para ahli kitab pro mereka. Jadi tidak ada masalah buat mereka mencetak berapa banyak eksemplar kitab suci Al Quran dan terjemahan (yang tidak suci dan cenderung menyesatkan).

Yang menjadi masalah adalah ketika kitab suci itu jatuh ke tangan orang yang benar agamanya. Ia baru akan menjadi ancaman serius. Sebab, orang yang hatinya lurus akan melakukan aksi menurut apa yang dibaca dan dipercayainya dari Rabbinya. Perintah Allah yang tertuang dalam kitab suci bila diterapkan oleh orang orang hanif ini yang akan membuat orang-orang kafir dari golongan ahli kitab (cendikiawan) dan orang musyrik (sektarian) bertambah kafir dan durhaka kepada Allah.

3. JANGANLAH BERPUTUS ASA ATAS ORANG-ORANG  KAFIR ITU

Point yang ke-tiga ialah bahwa orang yang percaya tidak usah berputus asa atas sikap orang kafir. Teruslah berjuang dengan teguh di atas jalan yang lurus biarpun mereka bertambah keras dan semakin memusuhi dan memerangi dirinya.

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Boleh jadi kamu akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.

إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ

Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.

وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ

Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Sungguh mereka telah mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

Sudah menjadi sunnah Allah bahwa kebatilan akan selalu memerangi kebenaran dan pada akhirnya kebenaran yang akan unggul. Ini terjadi apabila ada segolongan mukmin yang mau bangkit dengan tulus dan sabar  berjuang menegakkan kebenaran.

DAULAH ISLAMIYYAH ADALAH GOLONGAN YANG MENEGAKKAN KITAB SUCI.

Menilik ayat-ayat yang berkaitan dengan pokok ajaran kitab suci dapat dikatakan bahwa Daulah Islamiyyah adalah kelompok jamaah yang telah terbukti menerapkan ketetapan hukum (kitab) Allah di bumi yang telah dibebaskannya. Daulah Islamiyyah bukan hanya membaca kitab, melainkan juga berjuang sekuat tenaga membuktikan (syahadah) ayat-ayat kitab dalam kehidupan nyata. Di dalam dada muwahid dan mujahid, ayat-ayat Allah menjadi hidup dan menjadi kekuatan dahsyat yang menggetarkan para kuffar dan musyrik.

Inilah sebabnya mengapa semakin Daulah Islamiyah menerapkan ayat-ayat Allah, para kuffar Amerika dan sekutu negara Arab dan Eropa semakin bertambah durhaka dan semakin bersemangat menentang Daulah Islamiyyah.

KESIMPULAN

• Daulah Islamiyyah telah memenuhi syarat untuk disebut You Are Something atau Your religion is all right. Dalam bahasa kita: Daisy (Daulah Islamiyyah) sesuatu banget dan agamanya  benar semuanya.
• Bila orang-orang kafir tenang-tenang saja dengan keberadaan  anda, tidak terusik, tidak marah dan tidak kafir dengan (menentang) anda, maka itu pertanda bahwa anda bukan apa-apa. Anda  (atau Jamaah Anda) pastilah memeluk agama yang salah seperti mereka!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s