Jalan Thaghut · Tahukah Kamu?

Ayat Ayat Setan (2)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Ini ayat setan kedua yang ingin saya coba jelaskan.
Di postingan sebelumnya terbukti konsep agama Islam tidak valid. Kata agama islam (دين الاسلام) tidak satupun kita jumpai dalam teks asli Al Quran.
Yang ada ialah kata kata الاسلام دينا (artinya: penyerahan diri, ketaatan, kepatuhan sebagai sikap hidup) yang diplesetkan menjadi دين الاسلام (agama Islam).

Ayat setan di atas bisa menyesatkan ummat. Misalnya begini: ayat tersebut menyiratkan hanya agama Islam yang paling benar. Bila ditanya apa itu agama Islam?, mereka akan merujuk ke ayat setan berikutnya

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (kedamaian) keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.

Dan berkata: agama Islam itu ‘Peace.’ Atau merujuk ke ayat setan lainnya: agama Islam itu ‘rahmatan lil alamin.’
Lalu bila kita tanyakan Bagaimana dengan daulah islamiyyah? Maka mereka akan bilang: itu bukan Islam karena menimbulkan kerusakan dan tidak rahmatan lil alamin.

Ok, sekarang mari kita kaji ayat Allah sebenarnya di surah Ali Imran:85

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

وَمَن ‪dan barang siapa‬
يَبْتَغِ ‪(ia) mencari‬
غَيْرَ ‪selain‬
ٱلْإِسْلَٰمِ ‪ketaatan, kepatuhan, penyerahan diri, kepasrahan
دِينًا ‪sebagai sikap, cara hidup
فَلَن ‪maka tidak‬
يُقْبَلَ ‪diterima‬
مِنْهُ ‪daripadanya‬
وَهُوَ ‪dan ia‬
فِى ‪di‬
ٱلْءَاخِرَةِ ‪akhirat‬
مِنَ ‪dari‬
ٱلْخَٰسِرِينَ ‪orang-orang yang rugi‬

Barangsiapa mencari  selain kepasrahan, penyerahan diri, kepatuhan (kepada Allah) sebagai sikap hidup (agama), maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Ayat ini mengandung makna siapa saja yang sikap atau cara hidup (agama) nya tidak patuh, tidak taat, tidak pasrah dan tidak menyerahkan segala urusannya kepada Allah alias kafir kepada Allah, maka semua perbuatannya di dunia tertolak.

Saudara bisa melihat dengan jelas perbedaan pesan yang ada pada dua versi terjemahan di atas.
Isi versi pertama bicara tentang nama sebuah agam. Isi versi yang kedua bicara soal inti agama yang benar: kepasrahan, penyerahan diri, kepatuhan, ketaatan kepada Allah.

Ayat di atas adalah kelanjutan dari ayat sebelumnya:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Ali Imran:83

أَفَغَيْرَ ‪maka apakah selain‬ دِينِ ‪agama‬
ٱللَّهِ ‪Allah‬
يَبْغُونَ ‪mereka mencari‬
وَلَهُۥٓ ‪dan kepadaNya‬
أَسْلَمَ ‪menyerahkan diri‬ patuh, taat
مَن ‪siapa‬
فِى ‪di‬
ٱلسَّمَٰوَٰتِ ‪langit‬
وَٱلْأَرْضِ ‪dan bumi‬
طَوْعًا ‪dengan suka‬
وَكَرْهًا ‪dan terpaksa‬
وَإِلَيْهِ ‪dan kepadaNya‬ يُرْجَعُونَ ‪mereka dikembalikan‬

Maka apakah mereka mencari selain agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

Ayat ini secara eksplisit  bicara soal nama sebuah agama yang benar sekaligus menjelaskan pokok ajarannya. Nama agama yang benar adalah agama Allah (دين الله) dan inti ajarannya adalah penyerahan diri, ketaatan kepatuhan (اسلام) kepada Allah.
Kata islam pada ayat ini adalah inti ajaran agama Allah, bukan nama agama yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad.

Ayat berikut mengkonfirmasi hal ini.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama  disisi Allah hanyalah kepatuhan, penyerahan diri (kepada Allah). Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Kata agama atau din berarti sikap hidup, cara hidup, way of life. Kata “agama di sisi Allah”  adalah “agama Allah” atau agama yang diridhai Allah.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan  Aku telah ridha kepatuhan, kepasrahan sebagai sikap hidup (agama)kamu.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s