Tahukah Kamu?

12 Alasan mengapa seorang Muslim harus mengikuti Quran, bukan yang lain (Bagian 2)

2. Selain itu, umat Islam saat ini telah diarahkan kepada keyakinan bahwa untuk mengikuti Nabi mereka harus mengikuti sunnahnya.

Kata ‘sunnah’ yang digunakan dalam Al Quran berarti cara melakukan sesuatu atau metodologi. Namun, Al Quran menegaskan bahwa satu-satunya sunnah adalah sunnah Allah (sunnatullah). Tidak ada dalam Al Quran disebutan  sunnah untuk Muhammad saw!

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
Surah Al-Ahzab:62

Memang Al Quran berisi perintah untuk mengikuti nabi. Tetapi ini juga disertai dengan perintah yang jelas kepada Nabi untuk mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya (Al Quran). Dengan demikian, untuk mengikuti nabi berarti mengikuti AQuran dan bukan yang lain:

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
Surah Al-Ahqaf:9 (juga di surah Yunus:15).

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
Surah Al-Ma’idah:48

Al Quran membuat masalah menjadi jelas bahwa mengikuti utusan berarti mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya. Mukmin  sejati mengikuti apa yang diwahyukan kepada utusan:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma´ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya memuliakannya; menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Surah Al-A’raf:157

Semua ayat Al Quran di atas membuatnya sangat jelas bahwa mengikuti Nabi berarti mengikuti cahaya yang diturunkan kepadanya dari Tuhan dan itu adalah Al Quran.

3. Al Quran menegaskan bahwa satu-satunya tugas Muhammad saw adalah untuk menyampaikan pesan Tuhan.

Utusan tidak dikirim untuk menganjurkan ajaran pribadi mereka sendiri. Mereka disebut utusan Allah karena mereka menyampaikan pesan dari Tuhan.

مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
Surah Al-Ma’idah:99

Pesan yang sama ditemukan di dalam surah Al Maidah:92, An Nahl:35, 82, An Nur:54, Al Ankabut:18, Asy Syura:48 dan At Taghabun:12.

4. Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk menaati Allah dan taatilah Rasul, tetapi Tuhan juga memastikan bahwa ketaatan kepada utusan ini terkait dengan mematuhi pesan yang disampaikannya dan tidak ada yang lain.

Mematuhi utusan tidak berarti bahwa utusan mengeluarkan ajaran tambahan di luar dari Quran.
Konfirmasi bahwa ketaatan utusan ini terkait dengan mematuhi pesan yang disampaikannya (Al Quran) ditegaskan dalam ayat berikut:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
Surah At-Tagabun,64:12

Perhatikan bagaimana ketaatan kepada utusan dan penyampaian Al-Quran terkait dalam ayat yang sama. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang makna “mematuhi Rasul” insyaAllah akan diposting kemudian.

5. Kita tidak pernah membaca di mana saja dalam ayat ayat Al Quran seperti ‘Taatilah Allah dan taatilah Muhammad’ (atau mentaati Yesus atau Musa misalnya). Ayat ayat selalu mengatakan ‘utusan.’
Ini adalah untuk menekankan bahwa apa yang harus ditaati adalah pesan dari utusan dan bukan kata-kata pribadinya.

6. Al Quran juga menegaskan bahwa Muhammad saw diperintahkan untuk tidak mengajar setiap ajaran lain. Kalau tidak, ia akan dikenakan hukuman berat dari Allah:

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
Surah Al-Haqqah,69:43-7

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s