Jalan Allah · Tahukah Kamu?

Muslim Eropa dan Barat di Suriah

Pemerintah Barat telah melaporkan bahwa lebih dari 1000 Muslim telah meninggalkan negara mereka untuk bergabung dalam perjuangan di Suriah melawan rezim Bashar al Assad. Pemerintah takut bahwa Muslim Eropa akan belajar keterampilan tempur di luar negeri dari kelompok-kelompok ekstremis dan mulai menyebabkan kerusakan di Barat setelah mereka kembali.

Latar belakang di balik ini adalah karena para ahli kontra-terorisme mengatakan bahwa umat Islam abangan biasanya menjadi bagian dari geng narkoba, dan geng narkoba memiliki akses ke orang-orang yang menjual senjata. Setelah mereka menjadi Muslim sejati dan mulai mengikuti Islam, mereka akan melihat fakta bahwa kekuatan Barat berperang melawan negara-negara Muslim. Dengan mengetahui dari mana orang ini mendapatkan senjata  (dari pengedar narkoba), ia dapat menjadi cukup ekstrem  melakukan tindakan terorisme  terhadap pemerintahnya. Demikian pula, setiap muslim yang telah pergi ke zona perang di luar negeri dapat menjadi radikal dan belajar bagaimana membuat bahan peledak. Dia kemudian dapat melakukan terorisme di negara Eropa, Australia atau Amerika setelah ia kembali.

Pemerintah berada dalam dilema yang kuat untuk apa yang bisa mereka lakukan terhadap orang-orang Muslim yang kembali dari medan perang. Mereka telah menangkap beberapa Muslim yang telah kembali dari Suriah, dan mulai membuat undang-undang untuk menjadikannya sebagai tindakan kriminal. Berikut adalah beberapa proposal yang telah dibuat dan dalam beberapa kasus dilaksanakan:
* terus memantau kamp pelatihan kelompok ekstremis dan jaringan sosial. Jika seseorang menambahkan foto diri di Facebook dengan anggota kelompok ekstrimis, maka itu merupakan bukti jelas bahwa Anda akan dipenjara ketika Anda kembali.

* April 2013: seorang mualaf bernama Eric Harroun yang berfoto bersama Jabhat al Nusra sambil memegang senjata dan meng-upload-nya di Facebook telah dipenjara ketika ia kembali ke Amerika Serikat. Dia bahkan bisa mendapatkan hukuman seumur hidup di penjara).
* April 2013: Theresa Mei di Inggris mengusulkan supaya warga Inggris yang berlatih di kamp-kamp pelatihan teroris harus dicabut atau dibatalkan paspor mereka, bahkan jika mereka lahir di Inggris. Ini berarti jika di Inggris, mereka tidak pernah bisa pergi, dan jika di luar negeri mereka tidak pernah bisa kembali. Ada kasus di Somalia dimana pemuda Muslim yang dituduh bergabung dengan Harakat al-Shabab al Mujahidin  mendapat surat yang dikirim ke rumah orang tuanya yang menyatakan kewarga negaraan anaknya  di Inggris telah dihapus. Beberapa waktu kemudian, diketahu ia telah ditangkap di penjara rahasia, kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat. Dia bukan warga negara Inggris lagi, sehingga pemerintah Inggris tidak memiliki tanggung jawab untuk mencoba membebaskan dia dari pemerintah AS.

Lainnya, eks warga Inggris telah tewas di Somalia melalui drone karena diduga bergabung al-Shabab.

* Di Australia adalah sebuah kejahatan   berperang di negara lain untuk setiap kelompok apapun. Hampir semua negara-negara Barat berharap untuk memperkenalkan undang-undang ini guna mencegah orang dari bergabung dengan kelompok perlawanan di negara lain.

* Pada bulan April 2013 Seorang pria Muslim dari California, berumur 20-an ditangkap karena ingin bergabung dengan Jabhat al Nusra. Dia bergabung dengan situs ‘merekrut mujahid’ (dibuat oleh agen FBI yang menyamar) dan mengatakan kepada mereka dia tidak memiliki pengalaman tempur, tapi ia masih ingin bergabung dengan mereka di Suriah untuk membantu umat Muslim. Dia ditangkap dan mungkin menghabiskan sampai 20 tahun di penjara karena berniat untuk ‘memberikan dukungan material kepadaa teroris.’ IS tidak pernah merekrut orang secara online. IS hanya memberikan ‘petunjuk’ melalui artikel umum secara online, dan mengharapkan orang untuk melakukan serangan individual  di negara-negara yang berperang melawan Islam, atau rekrut (calon anggota) akan bergabung dengan IS secara langsung di wilayah Islam seperti Suriah di mana mereka memiliki kehadiran yang kuat (eksis).

Di Barat (atau dimana  keberadaan IS masih kecil), IS tidak merekrut orang secara acak untuk alasan keamanan dan keselamatan diri. Jika ada seseorang melakukannya, pastilah mereka Muslim yang benar-benar bodoh yang tidak mengerti keamanan, atau mata-mata yang ingin melihat bagaimana Anda merespon dan ‘membuat Anda siap’ sehingga Anda juga menjadi mata-mata atau kalau tidak ya dipenjara!

Jika umat Islam melakukan perjalanan ke negara-negara lain untuk tujuan tersebut, maka lebih baik jika mereka selalu low profil dan mereka tidak kembali. Hindari rekaman video mereka sendiri yang dapat di-upload oleh siapapun di Youtube dan dikenali  pemerintah. Keluarga yang memiliki kerabat yang telah pergi ke luar negeri sebaiknya juga tidak di telepon atau dihubungi secara elektronik (email, skype dll.)  karena ada kemungkinan percakapan terekam dan dijadikan  kasus untuk Anda.

Cara terbaik jangan  mencurigakan dari awal. Lalu bepergian ke luar negeri dan mencari cara  untuk berkomunikasi. Semakin lama Muslim menunda meninggalkan Barat, akan menjadi semakin sulit bagi mereka di masa depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s