Profil Mujahid

Abu Hamzah Muhammad Al Mujahiri

Dengan nama Allah. Segala puji bagi Allah dan semoga kedamaian dan rahmat dilimpahkan ke atas Rasul-Nya, Muhammad bin Abdullah (sallahu ‘alaihi wa sallam). 
Aku bersaksi bahwa tidak ada yang memiliki hak untuk diabdi kecuali Allah dan bahwa Muhammad (sallalaahu ‘alaihi wa sallam) adalah Rasul-Nya yang terakhir,   

Amma ba’d,
Syekh Abdullah Azzam pernah berkata berkaitan dengan martir, “Mereka, para Shuhada, membuktikan bahwa Dinullah ini lebih besar dari pada kehidupan; nilai-nilai lebih 
penting dari pada darah; dan prinsip-prinsip lebih berharga dari pada jiwa.”

Ini cukup jarang bahwa kita diberkati untuk mendengar tentang contoh masa kini dari para hamba Allah yang lurus, karena mereka  sedikit jumlahnya dibandingkan dengan perkembangan jumlah kotoran dan kefasikan   yang tampaknya menjadi trend eksponensial. 
image

Makalah ini akan menjadi upaya untuk menyentuh kehidupan saudara kita  Abu Hamzah Muhammad Al Mujahiri, salah satu syuhada yang menjadi terkenal di setiap sumber media lebih dari satu bulan yang lalu. 

Muhammad lahir di kota Boramo, Somalia pada bulan Mei 1987 tepat sebelum perang saudara dan pertumpahan darah tidak sah dimulai di negara itu. Dia adalah anak tertua di keluarganya. Tak lama setelah itu, keluarganya pindah ke Kanada saat Muhammad masih balita.
Sebagaimana Allah kehendaki, dia tumbuh di tanah kufur dan fasad, tapi tekadnya  tidak pernah bergoyang dalam menyenangkan Allah dan berusaha untuk menyempurnakan perilakunya.
Kata adiknya, “Aku ingat ketika Muhammad masih di sekolah menengah, ia punya teman seorang anak laki-laki muslim. Jujur, temannya cukup gemuk pada saat itu
dan punya kesulitan berlari dalam pelajaran olahraga. Jadi suatu hari, Muhammad datang dan mengatakan kepadanya untuk berlari bersama dengannya. 
Muhammad melatih dia, berhenti di trek setiap kali temannya kehabisan napas dan memberikan motivasi serta dukungan kepadanya sepanjang jalan.”

Tenggelam mengagumi kakaknya, adiknya berulang kali mengakui: “berkompetisi dengan dia itu hampir mustahil. Setiap kali saya ingin melebihi dia dalam perbuatan baik, ia sudah jauh di depan. Ia lahir di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Ia telah dibentuk sejak awal.”

Diberkati dengan kelancaran dan kefasihan bahasa, ia mulai mengejar gelar sarjana dalam bahasa Inggris di salah satu sekolah yang paling kompetitif di Kanada, University of Toronto. Karena ia telah melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi, ini menuntut agar lembaga sekuler tidak mengalihkan dia dari kelengketannya dengan Islam karena ia haus informasi tentang pengetahuan keIslaman. 
“Setiap kali dia mendapatkan suatu hadis atau ayat Al Quran yang baru baginya, ia segera akan menerapkannya. Dia benar-benar percaya bahwa satu tanda  kemunafikan bila tidak menyelaraskan tindakan dengan keyakinan.” kata adiknya.

Dia juga mengatakan, “akhlaknya sangat mengagumkan. Saya ingat Muhammad satu waktu mendudukkan saya dan mengatakan kepada saya, ‘adikku, wajahmu yang sebenarnya  adalah wajah yang kamu perlihatkan ke keluarga mu.'”

Jujur, Muhammad adalah lem yang mempererat keluarga kami bersama-sama. Dia digambarkan sebagai orang yang rendah hati, bahkan tidak memiliki tempat tidur untuk tidur di rumahnya sendiri, tapi pada saat yang sama tegas ketika perintah Allah ta’ala datang untuk ditegakkan. 
Pemahaman Islam  murni ini yang memikat pikiran dan cinta kepada Allah ‘azza wa jalla sebagai bahan bakar yang menggerakkannya. 

Inilah waktunya ketika hidup akhirnya memperlihatkan perhiasan sementara kepada pemuda berusia 22 thn dalam upaya untuk menyilaukan dia dengan perhiasan palsu. 
Muhammad sudah mendekati akhir sekolah dan orang tuanya siap membantu dia dalam menetap dan menikah tetapi Allah telah menetapkan, bahwa ia bergabung dengan mereka yang meninggalkan semua yang mereka sayangi   selain Allah dan Rasul-Nya (sallalaahu ‘alaihi wa sallam). Jadi, dia pergi untuk menjawab panggilan dari Tuhan langit dan bumi dalam kitab suci Al Quran:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(QS Taubah, Ayat 24)”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.
(QS Taubah, Ayat 38-39)

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(QS Taubah, Ayat 41)

Pada bulan Mei 2009, Muhammad meninggalkan tanah kafir Kanada secara permanent. Ia bergabung dengan sekelompok pemuda di masjid setempat yang bermaksud untuk berangkat umrah, tapi dia satu-satunya yang memisahkan diri dari kelompok di Saudia Arabia. Dari sana dia melakukan perjalanan ke tanah nenek moyangnya. Di sanalah dia telah datang untuk dikenal sebagai Abu Hamzah Muhammad al Muhajiri, seorang mujahid, insyaAllah, dan pembela yang lemah, muslim terzalimi di antara umat ini. 

Pada tanggal 15 Maret 2010, kurang dari setahun setelah ia tinggal, kabar gembira syahadah (martyrdoom) Abu Hamzah diumumkan oleh mujahidin. Malam sebelum pertempuran itu berlangsung, Abu Hamzah punya mimpi namun rincian mimpi itu tidak diperoleh. 
Abu Hamzah berbagi mimpi ini kepada sesama mujahid dan dia ini disarankan untuk pergi dalam pertempuran mendatang. Dia melakukan seperti yang disarankan dan selama pertempuran, dia mendapat luka fatal sedemikian rupa hingga dia tidak dapat berpartisipasi. Para mujahidin yang bersamanya membawa dan menempatkannya ke daerah aman. 

Sumber: Revivers of the Khilafah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s