Jalan Allah · Tahukah Kamu?

8 Pokok Agama Allah

الحمد لله رب العالمين.
والصلاة والسلام علي رسول الله.

Pada postingan kali ini saya akan meringkas tulisan-tulisan saya  secara sistimatis.

Pertama-tama akan saya ringkas postingan yang bertemakan agama Allah kedalam sebuah judul:
Pokok-Pokok Agama Allah (دين الله)

8 Pokok Agama Allah (دين الله)

1. Islam (penyerahan diri, ketaatan). Islam adalah pokok pertama dari ajaran Allah. Kata Islam selanjutnya akan saya ganti dengan kata terjemahannya: penyerahan diri atau ketaatan; Atau juga saya gunakan kata kerjanya: berserah diri; mempersembahkan diri; taat; patuh; tunduk. Ini saya lakukan agar kita lebih mudah memahami konsep ajaran agama Allah. Dengan memertahankan istilah-istilah islami malah kita sering tidak dapat memahami maksud firman Allah.

Mungkin Saudara bertanya, mengapa saya menempatkan kata penyerahan diri sebagai ajaran pokok agama Allah? Mengapa bukannya dua kalimah syahadat sebagaimana yang selama ini diajarkan oleh para guru agama (ustadz)?

Perlu saya jelaskan bahwa agama Islam itu bukan agama Allah. Agama Islam memang menempatkan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai pokok/dasar/rukun agama Islam, tapi tidak dengan agama Allah.

Dalam agama Allah, kata penyerahan diri (islam, aslama) sangat erat hubungannya dengan kata agama Allah. Misalnya dalam surah Ali Imran 83

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Jadi penyerahan diri (berserah diri, tunduk, patuh) kepada Allah adalah salah satu dan menjadi pokok agama Allah yang pertama.

2. Iman (Percaya) kepada Allah dan Kafir (Ingkar) kepada Thaghut.

Arti Iman
Iman bukan berarti mengatakan: “saya percaya!” Bahkan orang yang telah mengucapkan: لا اله الا الله pun belum bisa dikategorikan sebagai orang yang telah percaya (mukmin). Penjelasan lebih lanjut silakan baca postingan ini.

Iman di sini berarti menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Allah. Kepercayaan seperti inilah yang timbul dari dalam hati seorang hamba. Berbeda dengan model kepercayaan pertama yang keluar cuma dari mulut.

Al Baqarah:8

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Seseorang yang menaruh kepercayaan kepada siapapun, dia akan siap menerima perintah (nasehat, pengajaran) dan larangan (peringatan, warning!) dengan sepenuh hati.

Ujian Dasar Iman: Fitnah

Allah tidak begitu saja menerima iman seseorang. Iman perlu dinyatakan (dibuktikan), bukan dikatakan.
Seseorang yang benar-benar beriman (menaruh kepercayaan) kepada Allah, dia siap merealisasikan (syahadah) inti seruan para rasul Allah, yakni kalimat tauhid: Tidak ada tuhan selain Allah, apapun resiko yang akan dihadapinya.

Al Baqarah:214

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Ujian iman tingkat lanjut: Hijrah dan Jihad

Setelah menghadapi fitnah (cobaan, ujian) dalam bentuk hinaan, siksaan, boikot dll., dilanjutkan dengan ujian berupa hijrah ke daerah yang aman dalam merealisasikan ketetapan/hukum Allah
Baca keterangan lebih lanjut di postingan ini.

Arti Kafir kepada Thaghut
Pengertian kafir atau takfir dan Thaghut sudah saya posting. Silakan baca ke tiga postingan tersebut jika belum membacanya.

Kafir (ingkar) kepada Thaghut berarti berlepas atau melepaskan diri (Al Bara) dari ikatan/sistim kekuasaan Thaghut. Tidak menjadi bagian (Part) dan hidup di luar sistim Thaghut. Tidak ikut campur dalam sistim Thaghut, misalnya dengan tidak membuat Partai dan duduk satu majlis dengan pengusung ajaran kaum kafir dan musyrik.

Percaya kepada Allah dan kafir kepada thaghut merupakan satu paket. Seorang yang ada dalam (masuk ke dalam) agama yang benar harus melakukan keduanya, tidak boleh hanya percaya kepada Allah dan tetap juga menaruh kepercayaan (baca:menyerahkan urusan) kepada thaghut.

3. Al Wala: Menjadikan atau mengangkat Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, pelindung dan teman kepercayaan (wali, aulia). Seseorang yang agamanya benar, lurus tidaklah akan mengambil orang kafir, Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpinnya. Jika dia melakukannya maka dia termasuk kedalam golongan tersebut. Silakan baca postingan ini lebih lanjut

4. Bersumber hukum kepada hukum Allah. Tidak menjadikan hukum buatan manusia sebagai sumber dari segala sumber hukum.” Barang siapa yang berhukum dengan selain hukum Allah, maka dia termasuk orang yang fasik, alim dan kafir,” begitu apa yang dikatakan oleh Allah dalam surah Al Maidah.

5. Menjadikan Allah sebagai Rabbi. Seorang yang memeluk agama yang benar (agama Allah) tidak akan menjadikan orang-orang pintar (yang kata mereka ulama) sebagai Rabbi. Penjelasan lebih lanjut silakan baca postingan ini

6. Menegakkan Salat

7. Membayar zakat

8. Hanya menjadi abdi Allah. Tidak mengabdi (menjadi abdi, alat, aparat) thaghut.

Sampai sejauh ini saya mencatat 8 pokok agama Allah yang saya dapat dalam Al Quran.

Dalam ajaran rukun Islam terdapat pokok (rukun) puasa dan haji. Mengapa ini tidak saya masukkan ke dalam butir-butir pokok agama Islam? Jujur, saya belum bisa menjawabnya. Ini hanya dari pandangan pribadi dan Allah yang maha tahu jawabannya.

Puasa dan haji adalah kewajiban bagi orang-orang tertentu. Tidak mengikat ke semua muslim dan mukmin. Orang yang sakit dan uzur boleh tidak berpuasa dan dapat menggantikan puasa dengan membayar fidyah. Iabadah haji hanya bagi yang mampu.

Pokok-pokok yang tersebut di atas sangat mengikat setiap pribadi muslim dan muknin. Salat, contohnya, harus dikerjakan. Apabila tidak bisa melakukan dengan berdiri, bisa melakukannya dengan duduk bila kita sakit. Bahkan boleh sambil rebahan.
Zakat tidak boleh tidak. Setiap muslim, termasuk yang bayi harus membayar zakat Barang siapa yang melanggarnya menyebabkan seseorang keluar (murtad) dari agama Allah. Iyu sebabnya Khalifah Abu Bakar memerangi mereka yang tidak mau membayar zakat

Bagaimana dengan syahadat, mengapa tidak termasuk kedalam pokok (rukun) agama Allah?

Makna syahadat telah mengalami pergeseran makna. Syahadat biasa diartikan dengan mengucapkan dua kalimah syahadat. Mereka memahami ini berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Ahmad:

Musnad Ahmad – 346
Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di Bulan Ramadlan dan melaksanakan ibadah Haji jika kamu mampu. Dia (lelaki) berkata; Benar kamu. Dia (Umar) berkata; Maka kami merasa heran dengannya, dia bertanya tapi kemudian membenarkannya.

Syahadat, arti sebenarnya adalah (kebenaran) yang nampak, terlihat, bisa disaksikan. Syahadat atau syahadah itu lawan kata ghaib (kebenaran) yang tak nampak, tak terlihat, tidak bisa disaksikan.

Makna an tasyhada an la ilaaha illAllah wa….dst dalam  hadis di atas maknanya ialah kamu memperlihatkan, menampakkan, merealisasikan ke esaan Allah dan kerasulan Muhammad dalam tingkah laku kamu, bukan cuma dalam kata-kata kamu.

San syahadat bukanlah hanya diucapkan, akan tetapi selalu diwujudkan selama hidup seorang muslim. Kasih sayang kepada sesama muslim; keras terhadap orang kafir; hanya mengangkat Allah,rasul-Nya dan orang yang beriman sebagai pemimpin; berhijrah dan berjihad; membayar zakat; salat….itu semua adalah pembuktian (syahadah, syahadat) seorang muslim yang mukmin.

Posted from WordPress for Android by Millah Ibrahim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s