Tahukah Kamu?

Kebebasan atau Paksaan dalam Agama?

Keterangan: pada postingan ini agama berarti: ikatan, tali, tradisi, aturan, hukum, kekuasaan

Apakah benar ada kebebasan dalam agama?

Sementara ini banyak yang beranggapan bahwa memang benar dalam agama setiap manusia bebas menentukan pilihan. Apakah ia mau islam atau sebaliknya memilih kafir kepada Sang Khalik. Mereka berpegang pada ayat لا اكراه في الدين

Pertanyaannya, apa iya setiap manusia memang berhak memilih agama sesuai dengan kemauannya, bebas blas, tanpa ada sangsi atas pilihannya?
Tema ini yang akan bahas dalam Postingan kali ini.

Agama itu Ikatan.

Agama adalah aturan yang mengikat manusia yang ada di dalamnya. Dalam Al Quran agama (دين) disebut tali atau ikatan (حبل، عروة).
Agama, apapun itu pastilah diturunkan atau dibuat untuk mengikat manusia agar hidup teratur, tidak terjadi benturan antar manusia atau lingkungan. Manusia  tidak bisa lepas dari ikatan tali atau aturan (agama).

Dengan begitu sebenarnya manusia tidak benar-benar bebas. Bahkan dalam agama yang menyuarakan kebebasan sekalipun tidak ada yang namanya kebebasan hakiki. Kebebasan yang ditawarkan cuma kebebasan semu. Artinya kebebasan yang ada adalah kebebasan yang tidak bertentangan dengan hukum (agama) atau kekuasaan (agama) pemerintah.

Sebagai contoh, agama (faham, cara, metode) demokrasi pancasila yang salah satu silanya ialah Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama ini membatasi pemeluk suatu agama dalam menjalani aturan atau hukum (agama) yang dianutnya. Selama aturan (agama) itu tidak bertentangan dengan hukum (agama) pemerintah ya boleh boleh saja. Mau salat, puasa, kebaktian di gereja, ke vihara, membangun masjid dan hal- hal lain yang tidak menyentuh ranah hukum pemerintah, silakan. Akan tetapi jika umat sudah mengarah kepada penegakan hukum Allah, misalnya, maka itu akan dianggap sebagai
makar. Si pelaku akan ditangkap dan dipenjara atas tuduhan perbuatan tindak pidana subversif.

Agama itu Paksaan.

Bahkan  sebaliknya, yang ada adalah pemaksaan yang hakiki. Baru lahir saja mau tidak mau, suka atau tidak suka (طوعا و كرها) kita harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mengurus selembar kertas ‘akta kelahiran.’ Ketika kita membeli barang konsumsi, mau tidak mau, kita harus membayar PPN dan jika barang itu tergolong barang mewah, maka dikenakan pajak barang mewah. Si penjual juga mau tidak mau harus membayar pajak pendapatan. Terhadap tempat ia menjalankan usaha, dia harus membayar PBB. Dan masih banyak lagi paksaan-paksaan lainnya dalam agama demokrasi.

image
dalam bahasa agama: ana rabbukum al a'la yang bermakna akulah Pembuat Aturan, Akulah Hukum

Orang yang satu ini termasuk Rabbi tertinggi (seperti ucapan Firaun:انا ربكم الاعلي ) yang paling getol memaksakan agama demokrasi kepada negara-negara yang memiliki kaum muslimin terbesar. Negara yang tidak mau tunduk dengan keinginannya musti siap menerima resiko terburuk: dikeroyok oleh angkatan perang A.S dan kompeni.

image
KARENA GAGAL MEMAKSAKAN AGAMA DEMOKRASI, OBAMA DAN SEKUTU MEMERANGI KHALIFAH DAULAH ISLAMIAH DAN RAKYATNYA SECARA KEROYOKAN, SUATU PERBUATAN YANG BIASA DILAKUKAN OLEH BANCI DAN ANAK-ANAK

Begitu juga dalam agama Allah. Kebebasan yang dimaksud di dalam ayat laa ikraaha fiddiin sebetulnya adalah kebebasan yang tidak melawan kekuasaan Allah yang dijalankan oleh khalifah sebagai wakil-Nya di muka bumi.
Artinya, seseorang mau tidak percaya kepada Allah, rasul-Nya, dan kitab-Nya tidak apa-apa, tetapi ia harus tetap tunduk, suka tidak suka, pada aturan hukum Allah di bumi tempat ia hidup berlaku hukum Allah yang ditegakkan oleh khalifah Allah.

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا
الْآصَالِ ۩

Hanya kepada Allah-lah sujud (takluk) segala apa yang di langit dan di bumi, baik karena taat ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

Bagi yang tidak mau tunduk kepada hukum-Nya dan melawan, maka: “Sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab di hari yang menyakitkan.” begitu kata Nuh.

Atau:

“Sungguh, kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan) yang hina dina.” begitu ancam khalifah Sulaiman!

Paksaan dalam Agama Allah vs Paksaan dalam Non Agama Allah

Kedua agama ini agama Allah (دين الله) dan non agama Allah (غير دين الله) sama-sama memaksa. Agama Allah memaksa manusia yang non muslim untuk taat kepada aturan hikum (agama) Allah yang dijalankan oleh khilafah.
Non Agama Allah juga memaksa warga pribumi dan warga asing untuk tunduk kepada aturan hukum (agama)
Pemerintah.
Perbedaannya terletak pada hasilnya. Paksaan dalam agama Allah untuk kebaikan umat manusia itu sendiri (rakhmatan lil alamin), bukan untuk kepentingan Allah! Sedangkan hasil atau tujuan paksaan dalam Non Agama Allah adalah untuk kepentingan segelintir manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s