Tak Berkategori

Pemerintahan (Din) Allah, Atau Bencana Banjir!

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Di antara ideologi kotor yang telah meracuni umat
manusia di seluruh dunia sepanjang perjalanan tirani yang diusung oleh kekuatan kekafiran adalah gagasan bahwa orang-orang bebas memilih apakah akan mengikuti kebenaran atau berpegang pada kepalsuan. Ideologi ini mengajarkan bahwa

tidak ada yang berhak, terlepas dari siapa dia, untuk memaksakan suatu keyakinan atau mengatur moral orang lain bahkan jika itu adalah keyakinan atau aturan moral yang berasal dari kebenaran diwahyu Allah. Ini apa yang mereka sebut dengan istilah “metodologi kebebasan memilih” untuk agama Allah ta’ala, dan dakwah para nabi.

Para pendukung ideologi ini telah menggambarkan para nabi Allah tidak benar; menganggap para nabi lebih mirip dengan pengkhotbah dan penunjuk jalan yang tidak memiliki otoritas atas masyarakat sama sekali. Atau, sedikit lebih baik, seperti penasehat politik atau pemimpin partai oposisi dengan pesan yang menentang prinsip rakyat mereka.’ Orang-orang yang sama lebih menggambarkan nabi hanya sebagai alat untuk mengubah zaman dan keyakinan orang mereka. Alat ini adalah apa yang disebut hari ini sebagai ” perubahan dengancara-cara damai.” Para nabi menyampaikan metodologi (cara hidup, manhaj) mereka kepada orang-orang lalu membiarkan mereka untuk memilih sendiri, tanpa ada semacam tekanan atau paksaan terhadap mereka, bahkan jika metodologi (cara hidup) mereka sangat bertolak belakang dengan metodologi para nabi dan juga bertentangan dengan ‘diplomat’ yang suka memberikan pilihan kepada manusia!

Kemudian, ketika sebuah kelompok dalam umat bangun dan menolak metodologi yang menyimpang ini (yaitu memberikan orang pilihan antara menerima kebenaran yang mutlak atau mempertahankan kebatilan), anggota kelompok ini ternoda oleh ideologi tercemar ini, kecuali mereka yang telah Allah rakhmati. Kelompok ini percaya bahwa orang-orang punya pilihan antara yang benar dan yang salah, tetapi dalam batas-batas “yang benar”! Dengan kata lain, mereka cukup dengan menghindari kufur terang-terangan dan dengan membiarkan berbagai jenis bid’ah dan kemunafikan yang dibenarkan –bid’ah dan kemunafikan yang sejatinya sulit dibedakan oleh banyak kaum Muslimin. Mereka bahkan percaya beberapa bid’ah dan nifaq yang bersangkutan secara langsung adalah Sunnah, dan apa-apa selainnya adalah ekstremisme dan fanatisme dalam beragama.

Para pemrakarsa teori kebebasan memilih lupa bahwa banyak umat yang memakai nama Islam telah meninggalkan nilai keislaman melalui perbuatan-perbuatan mereka. Oleh karena itu, memberikan pilihan akan menghasilkan kesesatan, baik sekarang atau di masa depan.

Terjemahan bebas dari Majalah Dabiq Issue 2:
It’s Either the IslamIc state or the flood
Oleh Millah Ibrahim

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s