Jalan Allah

Arti Agama Yang Lain: Paksaan!

Pada postingan-postingan yang lalu sudah saya kemukakan berbagai arti kata din (agama). Sekedar mengingatkan, din (agama) itu sinonim dengan kata sabil, shirath, sunnah, millah, hukm, amr, mulk.

Nah, ada satu lagi arti kata agama yang belum saya kemukakan. Apa itu? Agama atau yang dalam bahasa Arabnya disebut din bisa berarti paksaan!

Apa ngga salah? Itu juga yang menjadi pertanyaan saya sewaktu membuka kamus Almunjid 30 tahun yang lalu untuk mencari arti kata din dan tertera kata paksaan menjadi salah satu arti kata din. Saya tidak langsung menerima dan juga tidak langsung menolaknya. Saya simpan pertanyaan ini sambil terus mencari jawaban untuk itu. Lalu saya dapati ayat ini

Ali Imran:83

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Maka apakah mereka mencari selain agama  Allah, padahal kepada-Nya-lah takluk segala apa yang di langit dan di bumi, baik karena taat maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

Ar Ra’d:15

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۩

Hanya kepada Allah-lah sujud (takluk) segala apa yang di langit dan di bumi, baik karena taat ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

Ada 4 kata kunci pada ayat-ayat di atas, yakni agama Allah (دين الله), takluk (اسلم), karena taat (طوعا) dan karena terpaksa (كرها).

Pertanyaan mulai terjawab: Agama Allah adalah takluk kepada kekuasaan Allah karena ketaatan seorang (mukmin) kepada-Nya dan juga berarti takluk kepada hukum atau syariat Allah yang berlaku di bumi Allah bagi mereka yang terpaksa (kafir dzimmi). Lebih lanjut, agama Allah bisa berarti penaklukan terhadap kafir harbi.
Pengertian yang terakhir saya fahami dari ayat yang menjelaskan sunnah nabi Sulaiman ketika menyikapi ratu Shaba dan rakyatnya yang menyembah matahari.

Firman Allah di surah An Naml:27-38

Kata Sulaiman:
“Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

Berkata (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.’

Berkata (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku. Aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).”

Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan.”

Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
Kembalilah kepada mereka. Sungguh, kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan) yang hina dina.”

Ratu Saba cuma punya dua opsi: bersama aku (with me), Sulaiman, tunduk kepada Allah dengan suka rela (menjadi muslim) maupun terpaksa (tetap menjadi kafir dzimmi yang membayar jizyah) atau melawan aku (against me) dengan konsekwensi digulung banjir bandang tentara Sulaiman yang tak terkalahkan dengan izin Allah; hidup terusir dan hina menjadi tawanan khalifah Sulaiman.

Dan khalifah Sulaiman shallAllahu alaihi wassalam tidak memberikan opsi ke tiga: bebas memilih jalan hidup (agama) sesuai keinginan kemudian berlalu begitu saja.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s