Tahukah Kamu?

Pemerintah Muslim: Siapa Dia Dan Haruskah Kita Taat Kepadanya?

image

Ada yang mengartikan ulil amri dengan pemerintah muslim. Arti ini juga tidak salah. Meski begitu saya tidak setuju mengingat kata muslim saat ini sudah menjadi kata yang ambigius. Istilah islam dan muslim tidak lagi memiliki pengertian sebagaimana yang dimengerti oleh para rasul dan sahabat. Kata islam dan muslim kini bermakna lain, yakni beragama Islam.

Seorang muslim atau orang Islam artinya ialah orang yang beragama Islam. Itulah arti kata islam dan muslim yang umumnya dimengerti oleh kebanyakan orang.

Arti muslim sebenarnya tidak seperti itu. Muslim adalah orang yang benar-benar telah menyerahkan dirinya untuk tunduk, taat, takluk kepada Allah.
Seorang muslim adalah yang selalu mengatakan: “kami dengar dan kami taat” (sami’na wa atho’na) ketika perintah Allah datang.

image
Salah satu pemerintah 'muslim' yang menghalalkan peredaran miras.

Adapun orang-orang yang beragama Islam atau umat Islam itu pada kenyataannya tidak bisa dikatakan sebagai umat muslimat (umat yang telah menyerahkan dirinya sehingga hanya tunduk kepada Allah). Fakta menunjukkan bahwa umat Islam di negeri ini mayoritas tidak takluk kepada kekuasaan Allah. Mereka membangkang terhadap perintah-perintah Allah. Mereka mendengar namun mereka membangkang (sami’na wa ashoina).

Pemerintah Muslim?

image
Pemerintahan Arab menjadikan Obama dkk. sebagai sekutu (menjadi musyrik) untuk memerangi para penegak agama Allah.

Bukti yang paling nyata bahwa mereka yang disebut sebagai pemerintah ‘muslim’ adalah musuh Allah ialah persahabatan mereka dengan Yahudi dan persekutuan mereka dengan Salibis Amerika dkk. dalam memerangi kelompok yang murni menegakkan agama Allah dan melindungi kaum muslimin yang teraniaya dari tirani Irak, Suriah dan Iran.

Mereka yang dijuluki pemerintah ‘muslim’ itu berani melawan titah Maha Raja Yang Sebenarnya dan lebih memilih sujud kepada Tuan mereka Obama.

Inilah titah Sang Raja Yang Hak yang mereka tentang:

Surat Ali Imran:118

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

Surat An Nisa:144

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

Surat Al Maidah:51

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Terjemahan ayat di atas silakan lihat di postingan ini

Dengan dasar ketiga ayat di atas gugurlah sebutan pemerintah ‘muslim’ untuk mereka. Karena mereka bersahabat dengan Yahudi menjadikan mereka golongan Yahudi (sama seperti mereka). Dan dikarenakan mereka tunduk sujud kepada Tuan (Rabi) Obama, maka jadilah mereka pengabdi
Thaghut Obama.

Pemerintah Yang Zalim

Kata zalimpun telah mengalami pergeseran makna, seperti yang tertera di kamus ini:

za·lim a bengis; tidak menaruh belas kasihan; tidak adil; kejam;
men·za·limi v menindas; menganiaya; berbuat sewenang-wenang thd;
men·za·lim·kan v menzalimi;
ke·za·lim·an n kebengisan; kekejaman; ketidakadilan

Dengan pengertian zalim seperti itu seolah-olah para penguasa Arab masih tergolong muslim namun mereka sewenang-wenang terhadap umat Islam.

Padahal zalim (ظالم) itu arti sebenarnya adalah orang yang ada dalam kegelapan (في الظلمات), sebagai lawan kata cahaya (النور).

Mengapa mereka ada dalam kegelapan?
Allah menjelaskannya melalui ayat di bawah ini:

Al Baqarah:257

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung mereka adalah thaghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan . Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

Mereka ada dalam kegelapan karena di atas mereka ada pelindung (wali) yang menghalangi cahaya Allah. Oleh sebab itu cahaya Allah tidak bisa masuk ke wilayah thaghut karena dihalang-halangi oleh thaghut.

image
Pemerintahan yang hidup dalam cahaya ilahi melarang peredaran produk yang membahayakan kesehatan rakyatnya

Berbeda dengan orang-orang yang beriman. Mereka hidup langsung di bawah cahaya ilahi, yang karenanya mereka bisa membedakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang bengkok. Juga bisa membedakan siapa yang menjadi teman (muslim,mukmin) dan siapa yang menjadi musuh (munafik, musyrik, kafir). Itu karena mereka telah mendapatkan al furqan (pembeda) dan an nur (cahaya) dari Allah.

Seorang yang mendapatkan cahaya tidaklah mungkin ada dalam kegelapan (zulumat) sehingga mustahil seorang muslim (yang tunduk patuh kepada Allah) disebut zalim (orang yang ada dalam kegelapan).

Dalam surat Al Maidah pemerintah ‘muslim’ itu
divonis oleh Allah sebagai golongan mereka (Yahudi dan Nasrani). Di surat Al Baqarah tadi Allah menyebut kata kafir kepada orang-orang yang mengangkat thaghut sebagai wali (penimpin, pelindung, teman setia).

Kini menjadi teranglah siapa mereka sebenarnya. Mereka itu tidak lain adalah para pemimpin kekufuran (Aimmatul Kufri atau Malaul Kufri )!

Dilarang taat kepada pemimpin kafir

image

Biarpun pemimpin Arab yang beragama Islam ini mengucapkan syahadat ribuan kali, salat 5 waktu tak pernah telat dan melakukan amalan- amalan ‘islami’ lainnya, tidak nenjadikannya seorang muslim dalam arti sebenarnya. Tetap saja ia seorang musyrik yang di satu saat sujud kepada Allah, tetapi di banyak waktu yang lain ia sujud melayani titah-titah Sang Rabbi Obama.

Luqman:13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah (musyrik), sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar“.


Kepada pemimpin ‘muslim’ seperti ini Allah melarang taat kepadanya dengan dasar ayat ayat berikut:

Al Ahzab:1

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Al Furqaan:52

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Maka janganlah kamu taat kepada orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.

image
Negara Arab saja yang berlogo kalimat tauhid jatuh kedalam kekuasaan thaghut Amerika. Apalagi negara....

Bagaimana dengan pemerintah ‘muslim’ yang berkuasa atas orang-orang Islam di negara Seperti Malaysia, Indonesia, Brunai? seperti di sini?

Saya persilakan saudara untuk menjawabnya. Anggap saja itu PR buat saudara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s