Jalan Allah

Konsep Imamah (Kepemimpinan) Berasal Dari Ajaran Millah Ibrahim

Segala puji bagi Allah, Rabi semesta alam.
Amma ba’du.
Abdullah bin Amr radhiallahi anhu meriwayatkan bahwa nabi sallallahubalaihi wassallam berkata: “Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati kalian sebagaimana pakaian kalian akan

usang. Maka memohonlah kepada Allah supaya Dia memperbaharui iman kalian.”
(Diriwayatkan oleh Al Hakim dan katanya sanad hadis ini baik).

Firman Allah:
An-Nahl:92

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”

Dalam menjelaskan ayat ini ulama tafsir mengatakan: “Ini adalah tentang seorang wanita bodoh di Mekkah. Setiap kali ia memintal benang dan membuatnya kuat lalu ia melepaskannya lagi.”

image
Sesungguhnya millah Ibrahim ini benar benar telah muncul kembali di hati para pemuda muslim muwahhid. Mereka meyakininya, mencintainya, menyatakannya secara terang-terangan dan menjalankan sesuai dengan syariatnya. Para pemuda muwahhid ini tudak lain kecuali mengikuti generasi yang telah mendahului mereka dalam iman, dari kalangan ulama yang ilmu dan praktek agamanya dapat dipercaya.

Dengan demikian ulama ini membimbing mereka dengan dalil syar’i kepada hakekat millah Ibrahim yang mulia ini dan menulis sejumlah karya untuk menjelaskan kewajiban untuk mengikutinya dan menyeru orang lain kepadanya.
Hingga hal ini mencapai titik dimana gema millah yang agung ini bergaung di antara para pemuda muwahid di hampir belahan sudut dunia, termasuk negara-negara Eropa.

Banyak pemuda mulai mengajak orang lain untuknya dan menjadikan hal ini motto mereka; berbicara tentang ini dan menjelaskan maknanya di masjid-masjid, islamic center dan tempat-tempat umum. Beberapa bahkan mengungkapkan cinta mereka terhadap millah ini dengan menyanyikan nasyid-nasyid Islam dalam bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya.

Rahasia di balik ini semua adalah bahwa millah Ibrahim ini mampu memuaskan dahaga dalam jiwa para pemuda ini dan mengembalikan kepercayaan dalam agama dan keyakinan mereka, terutama berkenaan dengan masalah berlepas diri (bara’a) dari orang kafir dan musyrik.

Hal ini berbeda dengan mereka yang begitu lama memilih membungkuk dan sujud, patuh dan taat kepada kaum musyrik. Kini mereka mulai mencegah dari orang-orang yang secara terbuka memperlihatkan agama mereka (yang berseberangan dengan mereka) di tengah masyarakat dengan dalih bahwa ini demi perdamaian global yang diserukan PBB dan ini sesuai dengan ajaran agama. Begitulah cara mereka berdusta.

Kemudian setelah itu, sejak waktu yang lama, millah ini telah menderita di dalam jiwa para pendukungnya oleh hal yang sama yang menimpa iman dalam hati manusia dan mulai menjadi compang camping dan usang sebagaimana pakaian menjadi compang camping dan usang.

Hal ini bahkan sampai terjadi pada individu-individu yang telah memintal ‘benang’ ini; memperkuatnya; menulis tentangnya dan menyatakannya secara terang-terangan, kini mereka berusaha untuk membatalkannya (mengurainya) dengan tangan mereka sendiri seperti wanita bodoh itu.

Jadi menjadi tugas kita untuk menghidupkan kembali karakteristik millah ini yang mulai membusuk dalam jiwa manusia dan mencoba untuk menyadarkan orang-orang yang berusaha mengurai kembali pintalan mereka yang telah mereka tenun dengan kuat.

Semua ini dengan harapan semoga Allah akan menerima taubat mereka dan semoga mereka kembali lagi kepada petunjuk yang dahulu mereka ada di atasnya dan semoga mereka mendukung kebenaran dan mengikuti millah ini.

Sumber: Majalah Dabiq edisi 1

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s