Jalan Allah

Nasehat Bagi Mereka Yang Akan Memulai Hijrah

بسم الله الرحمن الرحيم

Advice For Those Embarking Upon Hijrah

Oleh: Al Hayat Media Center, DABIQ Magazine edisi 3

Alih Bahasa: Abu Tsabitah

Sebelum kalian menempuh perjalanan kalian, ingat baik-baik hadits dari Rasulullah(sallallāhu ‘alayhi wa sallam), “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”

[sahih – riwayat Imam Ahmad, at-Tirmidhi dan lainnya, dari Umar]

Hadits ini dikatakan berkaitan dalam urusan dunya, lalu bagaimana halnya jika berkaitan dalam urusan Dien, yang mana Allah telah menjanjikan pertolongannya! Ibnul-Qayyim (rahimahullāh) berkata: “Andaikan seorang hamba bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal untuk memindahkan gunung dari tempatnya dan dia diperintah untuk memindahkan gunung tersebut, niscaya dia akan mampu memindahkanya.”
[Madārijus-Sālikīn].

Maka jangan pernah berkata kepada dirimu sendiri, “Aku tidak akan pernah berhasil dalam hijrahku.” Kebanyakan dari mereka yang telah berusaha, mereka telah berhasil mencapai bumi Khilafah. Diantara mereka ada yang berpergian melalui darat, terkadang berjalan kaki, dari suatu Negara ke Negara yang lainnya, menyeberangi suatu perbatasan ke perbatasan lainnya, dan Allah telah mengantarkan mereka dengan selamat sampai ke bumi Khilafah.

Jangan pernah berkata kepada dirimu sendiri, “Aku akan tertangkap.” Ketakutan itu adalah suatu hal yang tidak pasti dan sedangkan kewajiban hijrah itu adalah suatu hal yang pasti. Tidaklah dibenarkan untuk membatalkan sesuatu yang pasti dengan sesuatu yang tidak pasti (sebagaimana yang telah disampaikan oleh Syaikh Abdullah Azzam dalam beberapa khutbah dan tulisannya). Jika kalian takut ditangkap, maka lakukanlah sesuai kemampuanmu untuk menghindari deteksi, dengan tidak membicarakan kepada siapapun mengenai niat kalian untuk hijrah.

Jangan khawatir mengenai uang atau akomodasi untuk dirimu dan keluargamu (di bumi Khilafah nanti). Disana terdapat banyak rumah-rumah dan sumber daya untuk menaungi dirimu dan keluargamu.

Ingat baik-baik bahwa Khilafah adalah sebuah Daulah yang penghuni dan pasukannya hanyalah manusia biasa. Mereka tidak sempurna seperti Malaikat. Kalian mungkin akan mendapati beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan hal-hal lain yang sedang dalam proses peningkatan.

Kalian mungkin akan menemui beberapa kesalahan yang perlu diperbaiki. Kalian mungkin akan mendapati beberapa saudara kalian dengan sifat-sifat yang perlu diperbaiki. Tetapi ingat bahwa Khilafah sedang dalam kondisi perang terhadap banyak dari Negara kafir dan sekutunya, dan ini adalah sesuatu yang membutuhkan banyak pembagian sumber daya. Maka bersabarlah.

Akhirnya, jika kalian telah tiba (di bumi Khilafah), jangan biarkan pencapaian Hijrah kalian menggugurkan amal-amal kalian dengan membiarkan kesombongan merasuki hati-hati kalian dan kemudian merendahkan saudara-saudara kalian dari kalangan Ansar! Muhajirin tidak akan pernah ada tanpa Ansar. Oleh karena itu, ketahuilah bahwa hijrah adalah suatu amalan yang sangat utama tetapi itu juga bukan merupakan sebuah pembenaran untuk memandang diri kalian lebih utama daripada yang lainnya.

Ibnul-Qayyim (rahimahullāh) berkata, “Telah ada riwayat shahih bahwa Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) berkata, ‘Tidak seorangpun dengan sebiji sawi kesombongan akan memasuki surga.” Mereka berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, jika ada seseorang yang mengenakan sepatu dan pakaian bagus. Apakah itu merupakan kesombongan?’ Beliau bersabda, ‘Tidak, Allah itu indah dan Dia menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran (dikarenakan keangkuhannya) dan merendahkan orang lain’ [Sahih Muslim]. Maka kesombongan adalah meremehkan kebenaran, menolaknya, mengelak darinya setelah mengetahuinya, dan memandang rendah seseorang dengan pandangan enggan, benci, dan cemooh. Tidak ada yang salah dengannya jika itu dilakukan karena Allah. Tanda bahwa hal itu dilakukan karena Allah adalah orang itu akan lebih merendahkan dirinya (tawadhu’). Tetapi jika dia merendahkan orang lain dikarenakan beranggapan bahwa dirinya lebih utama, maka inilah kesombongan yang akan menghalanginya masuk surga.”
[Rawdatul-Muhibbin].

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa seorang tabi’in Wahb Ibn Munabbih berkata, “Musa berkata kepada Bani Isra’il, ‘bawakan kepadaku orang-orang terbaik kalian.’ Maka mereka membawakan seseorang kepadanya. Musa berkata, ‘apakah engkau yang terbaik dari Bani Isra’il?’ Dia menjawab, ‘ya, sebagaimana yang mereka katakan.’ Maka Musa mengatakan kepadanya, ‘pergilah dan bawakan kepadaku orang yang terburuk dari Bani Isra’il.’ Maka dia pergi dan kembali sendirian. Musa berkata, ‘Apakah engkau telah membawakan orang yang terburuk dari Bani Isra’il?’ Dia menjawab, ‘Aku tidak mengenali banyak hal mengenai mereka sebagaimana aku mengenali diriku sendiri.’ Musa berkata, ‘[Maka] memang benar engkaulah yang terbaik diantara mereka’”
[Az-Zuhd].

Wallahu’alam. Kami memohon kepada Allah agar Dia memudahkan hijrah kalian. Amin.

[DABIQ Magazine Issue 3, Hal. 33-34]

ummatifajrun.wordpress.com/2014/10/04/advice-for-those-embarking-upon-hijrah-bagian-7-terakhir/

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s