Jalan Allah · Tahukah Kamu?

Memahami Alquran

image

Banyak orang bilang untuk mempelajari alquran haruslah di bimbing seorang guru.

Sejak awal saya meragukan pendapat tersebut. Saya pikir pendapat ini sesat. Begini maksud saya: Allah itukan Maha Pintar. Masa sih Dia tidak bisa menyusun buku dengan bahasa yang jelas sehingga siapapun, entah itu orang terpelajar ataupun orang biasa seperti saya bisa dengan mudah memahami buku tersebut?

Bila dikatakan sebaiknya mempelajari alquran di dampingi oleh seorang rabbani masih bisa saya terima karena ini akan lebih mempercepat proses belajar. Tapi kalau harus melalui guru agama (rabbi)?
Ini yang membuat saya bingung. Apakah dia lebih pintar dari Allah sampai Allah butuh jasanya mentafsirkan firman-Nya?

Saya yakin siapapun, di manapun, dapat belajar dari Allah The Real Rabbi secara langsung dengan catatan ia mau membuka hatinya untuk menerima kebenaran dengan tulus dan berjuang ke arah itu.

Oh y, tentang memahami Alquran, sekarang ini lebih mudah di bandingkan ketika saya dulu. Sekarang banyak aplikasi Alquran yang memudahkan kita mencari ayat ayat tentang suatu topik. Kita tinggal
mengetik kata kunci. Seketika muncul daftar ayat yang membahas persoalan yang hendak kita pelajari.

Tugas berikutnya kita tinggal memahami ayat ayat itu, mencari kaitan ayat satu dengan lainnya.
Akan terlihatlah kerangka sebuah persoalan.

Pemahaman lebih detil bisa kita gali dari cerita atau kisah perjalanan para rasul yang banyak diceritakan dalam Alquran.
Kisah perjalanan (sunnah) rasul ini merupakan tafsir hidup (living quran) yang tidak akan menyesatkan.

Kebenaran Alquran tertutup di balik timbunan kata kata ahli kitab

Memahami ajaran Allah lebih mudah dengan membaca Alquran secara langsung daripada membaca kitab kitab karangan manusia. Ada beberapa alasan yang mendasarinya, diantaranya: kebanyakan ahli kitab fasik. Mereka sering menutup nutupi kebenaran dengan pikiran pikiran mereka. Mereka cari ayat ayat mutastabihat lalu ditafsirkan sesuai dengan faham mereka. Ayat ayat yang tegas dan jelas mereka patahkan dengan argumen: ya benar, tapi itu kan dulu. Kita hidup di masa kini yang bla bla bla.
Al-Anfaal:31

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah cerita lama.”.

Cara yang biasa dipakai ahli kitab menutupi kebenaran yaitu tetap mempertahankan kata kata atau istilah dalam bahasa aslinya sehingga maksud yang terkandung menjadi samar.

Seorang ahli kitab yang lurus selaku pewaris nabi tentu tidak akan melakukannya mengingat tugas nabi adalah menyampaikan risalah dengan bahasa kaumnya agar lebih jelas.
Buat apa mempertahankan istilah yang katanya islami tapi
tidak dapat mengungkap kebenaran.
Ibrahim l:4

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

(Bersambung)

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s