Jalan Allah

Menolong Daulah Islam Menghadapi Persekutuan Orang-orang Kafir, Murtad, Dan Munafik Adalah Salah Satu dari Tali Iman Yang Paling Kuat

image

image

Kali ini saya akan menulis ulang postingan yang merupakan terjemahan sdr Abu Hanan dari brosur resmi yang dikeluarkan oleh Islamic State.
Inti brosur tersebut menjelasakan hakikat al wala wal bara dan kewajiban ummat muslimat untuk menolong Daulah Islamiyah dibawah kepemimpinan khilafah Al Bagdadi pada saat ini dengan semua yang mampu mereka berikan.

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarganya, para sahabatnya, dan siapa saja yang mengikutinya. Amma ba’du:

Telah jelas bagimu saat ini, wahai muslim yang cerdas, bagaimana para penganut agama kekafiran, kemurtadan, dan kemunafikan dari bangsa Arab dan non-Arab telah bersatu untuk memerangi Daulah Islam. Engkau melihat mereka di bawah komando salibis Amerika berkumpul, bersatu, bermusyawarah, membuat konspirasi, melakukan mobilisasi, dan mengeluarkan ancaman. Hingga pertempuran krusial antara para penolong Allah Yang Rahman dan para penolong setan hanya tinggal sejauh dua busur panah atau lebih dekat lagi.

Meskipun pandangan sangat jelas dan fakta-fakta telah tersingkap, engkau menemukan sebagian orang bertanya-tanya: Kepada siapa saya akan berpihak? Dan sikap apa yang harus saya ambil?

Maka dengarkanlah kata-kata ini, hai orang yang mengasihankan!

Perkara ini sangat besar dan urusan ini sangat agung. Demi Allah, ini adalah dua kubu yang telah diberitakan oleh Nabi yang benar dan dipercaya: kubu iman yang tiada kekafiran di dalamnya, dan kubu kafir yang tiada keimanan di dalamnya.

Allah swt berfirman,

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِينَ، وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّهِ فِي شَيْءٍ، إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً، وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ، وَإِلَى اللّهِ الْمَصِيرُ.

Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, bukannya sesama orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah. Kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kalian takuti dari mereka. Allah memperingatkan kalian akan diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah tempat kembali.” (Ali Imran: 28)

Rasulullah saw bersabda,

أَوْثَقُ عُرَى الإِيمَانِ المُوَالَاةُ فِي اللهِ وَالمُعَادَاةُ فِي اللهِ وَالحُبُّ فِي اللهِ وَالبُغْضُ فِي اللهِ.

“Tali iman yang paling kuat adalah bersikap loyal di jalan Allah dan memusuhi di jalan Allah, mencintai di jalan Allah dan m
embenci di jalan Allah.” (Hadis hasan, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, “Barang siapa mencintai di jalan Allah dan membenci di jalan Allah, bersikap loyal di jalan Allah dan memusuhi di jalan Allah, maka predikat sebagai wali (penolong) Allah akan diperoleh dengan hal itu. Dan seorang hamba tidak akan merasakan rasanya iman, meskipun shalat dan puasanya banyak, sampai dia menjadi demikian.” [Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam karya Ibnu Rajab Al-Hanbali]

Ketika menjelaskan perkataan Ibnu Abbas di atas, syekh Sulaiman bin Abdullah bin Abdul Wahhab berkata: Perkataannya, “bersikap loyal di jalan Allah,” adalah penjelasan bagi konsekwensi mencintai di jalan Allah, yaitu bersikap loyal di jalan-Nya. Ini menunjukkan bahwa cinta saja tidak cukup dalam hal itu, tetapi harus disertai dengan loyalitas yang merupakan konsekwensi dari cinta, yaitu menolong, memuliakan, menghormati, dan berada bersama orang-orang yang dicintai secara batin dan lahir.

Dan perkataannya, “dan memusuhi di jalan Allah,” adalah penjelasan bagi konsekwensi membenci di jalan Allah, yaitu memusuhi di jalan-Nya. Artinya, menunjukkan permusuhan dengan nyata, seperti dengan berjihad melawan musuh-musuh Allah, berlepas diri dari mereka, dan menjauhi mereka secara batin dan lahir. Dan ini menunjukkan bahwa kebencian dalam hati saja tidak cukup, tetapi harus disertai dengan melakukan konsekwensinya. Sebagaimana firman Allah swt:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَاؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ، كَفَرْنَا بِكُم وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ، إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن شَيْءٍ، رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.

“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari (kekafiran) kalian. Dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian selamanya, sampai kalian beriman kepada Allah semata.’ Kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ‘Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.’ (Ibrahim berkata), ‘Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal, hanya kepada Engkau kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah tempat kembali.”(Al-Mumtahanah: 4)

Adapun mendukung dan menolong orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin, itu adalah kekafiran yang mengeluarkan dari agama Allah.

Imam mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab –semoga Allah merahmatinya− berkata, “Pembatal kedelapan di antara pembatal-pembatal keislaman adalah mendukung dan menolong orang-orang musyrik dalam memerangi kaum muslimin.”

Ahli hadis dan ulama besar Ahmad Syakir –semoga Allahmerahmatinya− berkata dalam penjelasan tentang hukum memerangi orang-orang kafir setelah agresi Inggris terhadap Mesir, “Wajib atas setiap muslim di semua tempat di dunia untuk memerangi mereka di mana pun mereka berada, baik mereka sipil maupun militer. Adapun bekerja sama dengan Inggris dengan jenis kerja sama apa pun, baik sedikit maupun banyak, itu adalah kemurtadan yang membangkang dan kekafiran yang nyata. Alasan apa pun tidak diterima. Takwil tidak bermanfaat. Dan hukum ini tidak dapat dihapuskan oleh fanatisme yang dungu, politik yang bodoh, atau basa-basi yang merupakan kemunafikan. Sama saja apakah itu dilakukan oleh individu-individu, pemerintahan-pemerintahan, atau para pemimpin. Mereka semua sama dalam kemurtadan, kecuali orang yang tidak tahu.” ْ

Berdasarkan hal ini, barang siapa mendukung dan menolong negara negara kafir, seperti Amerika dan rekan-rekannya dalam kekafiran, dalam memerangi kaum muslimin, maka dia telah kafir dan murtad dari Islam, dalam bentuk apa pun dukungan dan pertolongan yang diberikannya kepada mereka itu.

Sebab, serangan buas atas nama memerangi terorisme, yang terus diserukan oleh penjahat Bush serta PM Inggris Blair beserta para koalisi kekafiran dan kejahatan adalah serangan Salib seperti serangan-serangan Salib sebelumnya terhadap Islam dan kaum muslimin yang telah berlalu dalam sejarah.

Penjahat Bush telah menyatakan hal itu dengan lantang, di mana dia berkata, “Kita akan menyerangnya (Afghanistan) dengan serangan Salib.” Sama saja apakah dia sedang mabuk saat mengatakannya atau sedang sadar. Ini adalah sesuatu yang diyakininya dan diyakini oleh orang-orang semisalnya di antara para tokoh kekafiran.

Permusuhan dan kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin yang dimiliki oleh kaum Salibis dan kaum Yahudi ini bukanlah sesuatu yang mengherankan. Sebab, meskipun kekafiran itu terdiri dari berbagai agama, namun mereka semua satu agama dalam hal memusuhi dan membenci kaum muslimin. Hanya saja, yang sangat mengherankan adalah bahwa sebagian dari para penguasa dan kaum muslimin mendukung orang-orang kafir itu, memberikan bantuan kepada mereka, serta menyerahkan tanah, udara, dan pangkalan-pangkalan militer untuk digunakan oleh musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya dalam menyerang kaum muslimin.

Dalam kesempatan ini, kami menyeru seluruh kaum muslimin agar bergerak cepat untuk menolong saudara-saudara mereka, para mujahidin di Afghanistan, dengan segala macam pertolongan yang mampu mereka berikan, baik berupa nyawa, harta, doa, maupun propaganda. Sebagaimana kami juga berpesan kepada saudara-saudara kami di Afghanistan agar bersabar, bertahan, dan mati-matian dalam menghadapi serangan ini.

Kita semua menaruh harapan kepada Allah, agar negeri-negeri kaum muslimin menjadi kuburan bagi kaum Salibis, sebagaimana telah menjadi kuburan bagi orang-orang yang menyombongkan diri sebelum mereka.

Kami juga mengingatkan saudara-saudara kami yang berjuang di jalan Allah akan kondisi kaum muslimin pada perang Azhab, ketika kekuatan-kekuatan kafir mengepung mereka serta bersekutu untuk menyerang Madinah dan menumpas kaum muslimin. Hanya saja Allah swt dengan kekuatan-Nya yang tak terkalahkan menggoncang mereka, mencerai-beraikan persatuan mereka, dan menyelamatkan Nabi-Nya serta orang-orang yang bersamanya.

Dan sekarang, sejarah kembali terulang. Para penganut agama kekafiran dan para antek yang sama datang lagi untuk kembali memerangi kaum muslimin. Maka yang menjadi kewajiban bagi seluruh kaum muslimin secara umum, dan kaum muslimin yang tinggal di negeri-negeri Islam secara khusus, adalah menolong Daulah Islam mereka di Irak dan Syam serta di semua tempat, dengan semua yang mampu mereka berikan, baik nyawa, harta, maupun propaganda. Hendaklah mereka membela kehormatan saudara-saudara mereka, para mujahidin, bersikap loyal terhadap mereka, menunaikan kewajiban untuk menolong dan mendukung mereka, bergembira dengan keunggulan dan kemenangan mereka, bersedih atas kekalahan mereka –semoga Allah swt tidak menakdirkan itu, mengangkat spirit kaum muslimin, serta membungkam mulut orang-orang yang memiliki niat jahat dan orang-orang yang memecah-belah persatuan. Demi Allah yang tiada tuhan kecuali Dia, sesungguhnya itu adalah salah satu dari tali iman yang paling kuat.

Sebagaimana kebalikannya, yaitu bergembira dengan kekalahan kaum muslimin serta menyukai kemenangan dan kekuasaan orang-orang kafir di bumi, adalah kemurtadan yang nyata dari agama Islam.

Wahai saudara-saudara sesama muslim! Daulah Islam yang telah didirikan di atas serpihan tubuh anak-anak dan saudara-saudara kalian, para mujahidin, disiram dengan darah para syuhada yang deras, serta dibayar harganya oleh ribuan tawanan laki-laki dan perempuan, sehingga bisa tumbuh dan berkembang sampai menjadi menara tinggi yang membuat marah musuh-musuh Allah, dan sampai menjadi tempat berlindung bagi para muhajirin yang tertindas.

Daulah yang masih muda ini bukanlah Daulah kami saja! Tetapi ia adalah Daulah kalian juga. Bukan kami saja yang bertanggung jawa untuk membelanya! Tetapi kalian juga dituntut untuk itu.

Jika Allah swt menakdirkan bahwa Khilafah ini akan hancur –dan demi mempertahankannya tubuh kami akan tercabik-cabik− maka demi Allah, lalu demi Allah, orang-orang Rafidhah, Salibis, dan sekuler benar-benar akan menimpakan azab yang pedih pada kalian. Anak-anak kalian benar-benar akan disembelih, perempuan-perempuan kalian benar-benar akan dipermalukan, harta-harta kalian benar-benar akan dirampas, masjid-masjid kalian benar-benar akan dihancurkan, dan mushaf-mushaf kalian benar-benar akan dibakar. Semoga mereka dilaknat dan gagal!

Terakhir, kami sampaikan berita gembira kepada umat muslumat, bahwa putra-putra kalian, para mujahidin di Daulah Islam, telah membulatkan tekad mereka dan berbaiat (bersumpah setia) untuk berperang hingga mati. Mereka telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi yang paling sulit dan membiasakan diri untuk menghadapi situasi yang paling suram. Hasilnya adalah apa yang akan kalian lihat dengan izin Allah, bukan apa yang akan kalian dengar.

Sumber: http://www.dawaalhaq.com
Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s