Tahukah Kamu?

Apakah Takfir (mengkafirkan) Dibolehkan?

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bagaimana hukum takfir?
Banyak  pembesar dan ustadz selebritis yang mencemooh orang orang yang mengkafirkan kelompok lain. Mengatakan mereka sesatlah, bertentangan dengan  nilai nilai islam yang rahmatan alamin lah dsb.

Sebenarnya bagaimana menurut Allah mengenai hal ini? Apakah ini sesuai dengan tuntunan-Nya?

Sebelum menjawab pertanyaan ini

kita kaji dahulu makna kafir.

Kata kafir iti artinya orang yang ingkar kepada (menolak hukum) Allah. Ia tidak rela perintah/pemerintahan Allah berlaku di bumi tempat si kafir itu berpijak. Dengan sekuat tenaga dia berusaha menghancurkan setiap kegiatan penegakan agama Allah baik dengan lisan maupun tangannya.
Siapapun bila dia seperti itu disebut kafir oleh Allah dan orang orang yang berjuang di jalan-Nya. Tidak peduli apa dia bernama Obama dari Amerika ataukah dia si Abdullah dari hizbullah asal dia menentang hukum, peraturan,kekuasaan Allah, dia sama sama kafir.
Bahkan apapun agama mereka! Orang islam yang membeci hukum (khilafah, pemerintahan) Allah tegak tak ada bedanya dengan si ateis. Seperti si Abdullah orang hizbullah itu. Biar namanya dan kelompoknya sangat islami tapi dia tidak lain seperti serigala berbulu domba yang siap memangsa para pejuang agama Allah sejati.

Tindakan takfir dalam pengertian di atas di benarkan Allah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh nabi Ibrahim as.

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُو لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ [Surat Al-Mumtahana : 4

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baikbagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu abdi selain Allah, kami mengkafiri (takfir) kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”.

Teladan yang perlu ditiru dari kisah ini yaitu sikap nabi Ibrahim yang mengkafiri ( menyatakan mereka kafir) kaum yang menolak (diluar kelompok) agama Ibrahim.
Nabi muhammadpun sebagai pengikut agama (sikap hidup) Ibrahim berbuat hal yang sama.

Perhatikan ayat ayat in

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُُ
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِيِ

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
[Surat Al-Kafirun:1-6]

Di surah Alkafirun jelas Allah memerintahkan nabi untuk takfir kepada yang menolak seruan (di luar kelompok) rasul yang menegakkan agama-Nya.

Jadi takfir itu boleh menurut Allah dengan catatan orang yang mengatakannya haruslah dari kelompok yang benar benar menegakkan kalimat Allah; menampakkan agama-Nya dan berjuang memenangkan agama-Nya di atas semua agama yang batil.
Itu poinnya.

Pemecah Agama dan Takfir
Perbuatan takfir sering juga dilakukan oleh firqah firqah dalam agama Islam. Kelompok yang satu mengkafirkan kelompok lain. Sebaliknya kelompok yang dituduh kafir balik menyerang kelompok merekalah yang sesat.
Padahal mereka sama sama dalam kegelapan karena berlindung di bawah thaghut.
Perbuatan ini yang dimaksud saling membangga banggakan. Mereka ini tidak benar benar menegakkan agama Allah. Mereka cuma menjalankan ajaran Allah sebagian atau separuh separuh. Hanya yang ringan ringan saja. Yang berat seperti berjuang melawan ketidak adilan yang dilakukan tiran (thaghut) tidak mau karena akan menyusahkan dirinya.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s