Tahukah Kamu?

Ummat Islam atau Ummat Muslimat?

 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

رَبَّنَا وَٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً۬ مُّسۡلِمَةً۬ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَآ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan [jadikanlah] di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Saudara, cobalah Saudara cari kata ummat islam di dalam Alquran; pasti tidak ada. Memang Allah tidak pernah menyebutkan dua kata itu

di dalam ayat ayat-Nya. Itu artinya konsep ummat Islam bukanlah ciptaan (fitrah) Allah. Lalu kata apa yang Allah pakai untuk mereka yang sudah masuk kedalam pemerintahan(agama)-Nya. Kata itu adalah ummat muslimat seperti yang di jelaskan oleh firman-Nya di surahAlbaqarah:128 di atas.

Lantas apa arti ummat muslimat dan bagaimana posisi mereka di tengah tengah ummat yang ada?

Ummat muslimat adalah ummat pertengahan (wasit).

Penjelasan Allah dalam surah Albaqarah:143:

وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيۡہَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ‌ۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ‌ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَـٰنَكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ۬
Dan demikian [pula] Kami telah menjadikan kamu [umat Islam], umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas [perbuatan] manusia dan agar Rasul [Muhammad] menjadi saksi atas [perbuatan] kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu [sekarang] melainkan agar Kami mengetahui [supaya nyata] siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh [pemindahan kiblat] itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Sebagai ummat pertengahan mereka harus tidak memihak. Tidak ke barat dan tidak ke timur.
Ummat muslimat adalah ummat terbaik dan tertinggi.

Ummat muslimat yang percaya kepada Allah memposisikan diri mereka pada tingkatan tertinggi di hadapan pemimpin negeri kegelapan (Thaghut) sekalipun. Oleh karena kedudukan mereka yang lebih tinggi itulah mereka diberi wewenang oleh Allah untuk memerintah manusia, termasuk penguasa zalim.
Keterangan Allah dalam surah Ali Imran:139
وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah [pula] kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi [derajatnya], jika kamu orang-orang yang beriman.

Dan surah Ali Imran:110
كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَكَانَ خَيۡرً۬ا لَّهُم‌ۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَڪۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Ummat muslimat dikatakan ummat terbaik lantaran mereka adalah ummat yang loyal dan amat memegang teguh tali Allah dan tidak mau berpaling ke tali tali lain yang akan membelengu jiwa mereka.

Ummat Islam?

Sekarang mari kita lihat apa dan bagaimana ummat Islam.
Ummat Islam dalam kenyataannya terpecah belah; tercerai berai. Agama mereka di belahan bumi manapun telah dibingkai oleh faham nasionalisme dan ummatnya telah terikat oleh batas batas (tali temali) geografis ciptaan para penguasa yang ingkar (kafir) terhadap hukum Allah yang universal.

Lebih menyedihkan lagi Ummat Islam yang merupakan mayoritas di sebuah wilayah tidak mau menegakkan agama Allah atas nama demokrasi. Bahkan yang lebih konyol mereka yang katanya pemimpin umat beragama Islam menentang hokum Allah wujud.
Para tokoh agama atau ketua partai Islam lebih memilih jalan Thagut (demokrasi).

Bagaimana dengan si ulama (?) nya. Mereka yang katanya pewaris nabi tidak bisa lagi memerintah si penguasa palsu (Thaghut)untuk berbuat baik (tunduk kepada hukum Allah) karena mereka sendiri menjadi bagian dari sistim yang korup. Si ulama ( yang sebenarnya lebih tepat disebut ahli kitab fasik) cuma bisa menghimbau, memberikan masukkan kepada si penguasa.
Berbeda sekali dengan perbuatan (sunnah) nabi Musa as yang berani mengatakan kepada Firaun: “Serahkanlah Bani Israel kepadaku!”

Itulah faktanya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s