Jalan Thaghut

Mengapa Ummat Terkotak-kotak

 

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَتَقَطَّعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡ‌ۖ ڪُلٌّ إِلَيۡنَا رَٲجِعُونَ إِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱعۡبُدُونِ

Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabbimu, maka mengabdilah kepadaKu. Dan mereka telah memotong-motong urusan [agama] mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.

 

Bermula dari hadist Nabi maksudnya bahwa ummat beliau akan terpecah belah menjadi 73 golongan. 72 golongan akan masuk neraka dan hanya satu golongan yang selamat dan akan masuk surga.

Oleh mereka hadis tersebut dijadikan alasan untuk mengklaim bahwa golongan merekalah yang satu itu. Di luar kelompok mereka adalah termasuk yang 72 golongan.

Oh ya, dengan tulisan di blog ini jangan jangan saya juga mencari pembenaran untuk berbuat hal yang sama. Saya berlindung diri kepada Allah untuk terhindar dari perbuatan tersebut.

Dalam tulisan ini saya cuma berusaha menfgkaji masalah ini dari kaca mata Allah. Mengapa timbul pengkotak kotakkan agama yang satu sama lain saling tuding dan merasa benar sendiri? Apa ciri ciri kotak atau kelompok yang menyimpang dari sudut pandang Allah? Bagaimana sikap ummat muslimat terhadap kelompok tersebut?

 

Mengapa Ummat Terkotak kotak?

 

Jawaaban Allah terrhadap pertanyaan di atas ada di ayat Al anam ayat 153:

وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٲطِى مُسۡتَقِيمً۬ا فَٱتَّبِعُوهُ‌ۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ وَصَّٮٰكُم بِهِۦ لَعَلَّڪُمۡ تَتَّقُونَ

dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan [yang lain] karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.

 

Sudah jelas bahwa akar masalah mengapa seseorang atau sekelompok orang tercerai berai (menjadi firqah) lantaran mereka mengikuti jalan lain, aturan lain, hukum lain. Dengan kata lain mereka sudah tidak berpegang teguh kepada aturan (tali) Allah. Mereka lalu berpaling mengikuti aturan, jalan, pandangan maupun sikap hidup yang bukan milik atau ciptaan Allah.

 

Di surah Ali Imran 103 Allah juga menjelaskan:

 

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

 

Ciri Ciri Ummat yang Terkotak kotak (firqah)

 

Sifat sifat mereka dijelaskan oleh Allah melalui ayat ayatNya di bawah ini:

Almukminun:52

 

وَإِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱتَّقُونِ فَتَقَطَّعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَہُمۡ زُبُرً۬ا‌ۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَيۡہِمۡ فَرِحُونَ


Sesungguhnya ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbimu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka [pengikut-pengikut rasul itu] menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka [masing-masing].

 

Allah menjelaskan lebih rinci di surah Albaqarah:111,113

 

وَقَالُواْ لَن يَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَـٰرَىٰ‌ۗ تِلۡكَ أَمَانِيُّهُمۡ‌ۗ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَـٰنَڪُمۡ إِن ڪُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ

Dan mereka [Yahudi dan Nasrani] berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang [yang beragama] Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu [hanya] angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

 

وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ لَيۡسَتِ ٱلنَّصَـٰرَىٰ عَلَىٰ شَىۡءٍ۬ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَىٰ لَيۡسَتِ ٱلۡيَهُودُ عَلَىٰ شَىۡءٍ۬ وَهُمۡ يَتۡلُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ‌ۗ كَذَٲلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ مِثۡلَ قَوۡلِهِمۡ‌ۚ فَٱللَّهُ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ

 

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka [sama-sama] membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.

 

Baik orang Yahudi maupun orang Nasrani
mempunyai sikap seperti di atas. Nah ummat Islam pun (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu.) ikut terjebak kedalam sikap yang sama dengan mengatakan orang yahudi ataupun Nasrani telah menyimpang (tidak mempunyai suatu pegangan) dan tidak akan masuk surga.

 

 

 

 


Iklan

4 thoughts on “Mengapa Ummat Terkotak-kotak

  1. Baik orang Yahudi maupun orang Nasrani
    mempunyai sikap seperti di atas. Nah ummat Islam pun (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu.) ikut terjebak kedalam sikap yang sama dengan mengatakan orang yahudi ataupun Nasrani telah menyimpang (tidak mempunyai suatu pegangan) dan tidak akan masuk surga

    Suka

    1. Maksud kalimat di atas: Umat Islam juga seperti mereka (Yahudi/Nasrani). Sama sama saling mengkalaim pihak lain salah dan golongan sendiri yang benar. Bukankah umat Islam sering bilang hanya agama Islam yang benar dan agama selain Islam (yahudi, Nasrani dll.) salah semua?.

      Suka

    1. Sebelumnya saya sampaikan dulu, saya bukan ustadz. Ustadz dalam bahasa arab berarti guru besar. Saya bukan seperti itu. Begini, Agama itu terbagi dua: 1. agama Allah ( dalam bahasa arab disebut dinullah) dan bukan agama Allah (ghairu dinullah). Agama Allah inilah yang benar. Oleh karena itu agama Allah disebut juga dinul haq, artinya agama yang benar. Ciri-ciri agama Allah (agama yang benar) bisa dibaca di postingan ini: https://jalanallah.wordpress.com/2014/12/12/pokok-pokok-agama-allah-2/
      Ciri-ciri bukan agama Allah (disubut juga firqah) akan saya jelaskan di postingan mendatang.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s